Paving Permeabel Blok Beton dan Mitos Penyumbatan

Concrete Block Permeable Paving (CBPP) adalah komponen SuDS efektif yang menyediakan
infiltrasi kontrol sumber atau aliran air bersih yang terkontrol. Namun, ada sejumlah kesalahpahaman tentang teknologi CBPP yang menghambat penyerapan dan adopsinya.

CBPP adalah permukaan paving blok yang memungkinkan air hujan meresap melalui permukaan melalui sambungan yang melebar di antara blok. Setelah berada di sub-base, air disimpan sampai meresap ke dalam tanah atau, jika kondisi tanah tidak memungkinkan infiltrasi, dialirkan ke saluran air penerima atau saluran pembuangan dengan kecepatan yang terkendali. Ini mengelola kuantitas air dan juga meningkatkan kualitas air, menjadikannya alat pengelolaan air yang efektif (dan pasif).

Lagipula untuk memasang Paving Block tidak terlau mahal, biayanya sangat  bisa di prediksi. Beberapa pabrik Paving menawarkan Harga Paving Block yang sangat murah dan terjangkau.

Namun, salah satu kesalahpahaman yang paling persisten tentang CBPP adalah bahwa tanpa perawatan, sambungan akan cepat tersumbat oleh puing-puing dan dalam waktu singkat sambungan akan menjadi kedap air dan air akan dicegah memasuki sub-base.

harga paving block

penampang paving blok beton permeabelPenumpukan penampang khas untuk CBPP
menyumbat sambungan pavning permeabelMasalah yang dirasakan dari penyumbatan sendi

Sejumlah studi akademis telah membantah mitos ini. Apa yang terjadi dalam praktiknya adalah pasir, debu, dan serpihan mengendap di dalam sambungan tetapi membentuk “kerak” tipis (kedalaman sekitar 5-10 mm) di atas permukaan sambungan – dan meskipun kerak ini memperlambat laju infiltrasi, ia tetap memungkinkan air meresap ke dalam sub-base.

Studi Soenke Borgwardt tahun 2006 1 menyimpulkan bahwa tanpa pemeliharaan apa pun, setelah 10 tahun sistem CBPP berkurang hingga 10% dari laju infiltrasi awal dan mendatar pada tingkat ini.

Penurunan laju ini masih lebih dari cukup permeabel untuk mengatasi peristiwa curah hujan terberat, jadi kesimpulan Borgwardt adalah bahwa meskipun penyapuan tahunan diinginkan untuk memaksimalkan laju infiltrasi, bahkan tanpa pemeliharaan apa pun, sistem CBPP akan terus bekerja pada tingkat yang dapat diterima.

Khusus untuk Jakarta anda bisa berkunjung ke beberapa pabrik paving block, seperti CentralBlock misalnya.

Selain itu, laporan 2 Luis Sanudo-Fonteneda (et al) 2017 membandingkan kinerja berbagai permukaan permeabel di tempat parkir di Bekasi dan Jakarta Utara, mencoba memastikan skala waktu “akhir masa pakai” untuk setiap sistem. Sekali lagi, studi menyimpulkan bahwa meskipun laju infiltrasi menurun dari waktu ke waktu, permukaan CBPP masih menjalankan fungsi drainasenya dan belum mencapai keadaan gagal total.