Lingkungan

Lingkungan

Lingkungan

Istilah lingkungan mengacu pada institusi atau kekuatan yang berada di luar organisasi dan berpotensi mempengaruhi kinerja organisasi.

Lingkungan Umum vs Lingkungan Khusus

Lingkungan umum berisi segala sesuatu di luar organisasi, seperti faktor ekonomi, keadaan politik, pengaruh sosial budaya, masalah globalisasi dan teknologi, yang semuanya dapat mempengaruhi organisasi, tetapi relevansinya tidak jelas. Lingkungan khusus berisi bagian dari lingkungan yang berhubungan langsung dengan pencapaian tujuan suatu organisasi. Lingkungan terdiri dari banyak pendukung penting (pihak yang berkepentingan) sehingga mereka dapat secara positif atau negatif mempengaruhi efektivitas organisasi. Setiap lingkungan spesifik bersifat unik dan berubah sesuai dengan keadaannya, yang meliputi penyedia input, klien (klien), pesaing, instansi pemerintah, dan kelompok masyarakat tertentu. Lockheed Martin Corporation, misalnya, sangat bergantung pada kontrak pertahanan sehingga Departemen Pertahanan AS adalah spesialisasinya.

Ketidakpastian Lingkungan

Sebagai tingkat perubahan dan kompleksitas lingkungan organisasi, aspek lain menggambarkan tingkat kompleksitas lingkungan, yang terkait dengan jumlah komponen dalam lingkungan organisasi dan jumlah pengetahuan yang dimiliki organisasi tentang komponen-komponen tersebut. Misalnya, Hasbro Toy Company, produsen mainan terbesar di dunia, telah menyederhanakan lingkungannya dengan mencaplok banyak pesaingnya, termasuk Kenner Toys, Parker Brothers, dan Tonka. Semakin sedikit pesaing, pelanggan, pemasok, dan lembaga pemerintah yang membutuhkan organisasi, semakin sedikit ketidakpastian yang ada di lingkungan.

Mengelola Disebuah Lingkungan Asing

Ada beberapa pedoman untuk menjalankan organisasi di lingkungan asing, yaitu:

1. Lingkungan hukum politik

Manajer perlu menyadari perbedaan dalam lingkungan apa pun untuk memahami keterbatasan dan peluang dalam organisasi mereka. Misalnya, setiap negara memiliki undang-undang yang berbeda tentang kebijakan industri, pembatasan perdagangan, kondisi kerja, suap, hak pribadi, hak tenaga kerja, dll.

2. Lingkungan ekonomi

Manajer global prihatin tentang ekonomi dan tidak dimiliki oleh manajer yang bekerja hanya di satu negara. Dalam hal ini, ada tiga perhatian utama, yaitu nilai tukar yang fluktuatif, tingkat inflasi, dan pedoman yang berbeda. Keuntungan perusahaan global dapat sangat bervariasi, tergantung pada kekuatan mata uangnya dan mata uang negara tempat perusahaan beroperasi. Setiap devaluasi mata uang suatu negara memiliki dampak besar pada akhir perusahaan. Kekuatan valuta asing juga dapat mempengaruhi keputusan manajer. General Motors, misalnya, mengimpor Geo Storm-nya dari Jepang ke Amerika. Tetapi ketika kekuatan yen Jepang terhadap dolar membuat produk tidak ekonomis, pejabat perusahaan memutuskan untuk menghentikan model tersebut.

Tingkat inflasi ekonomi dapat bervariasi di berbagai wilayah di dunia. Di negara-negara kecil seperti Bolivia, misalnya, inflasi tahunan telah mencapai 26.000%. Di negara-negara industri yang lebih besar dan lebih maju seperti Brasil, tingkat inflasi tahunan terkadang mencapai 2700%. Tingkat inflasi mempengaruhi harga bahan baku, tenaga kerja monyet dan perlengkapan lainnya. Selain itu, inflasi mempengaruhi harga yang dapat ditetapkan perusahaan untuk barang atau jasa lainnya. Kebijakan pajak yang berbeda merupakan masalah utama bagi manajer global; di beberapa negara negara tuan rumah lebih ketat daripada negara asal organisasi, sementara di negara lain jauh lebih mudah. Satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa peraturan perpajakan berbeda dari satu negara ke negara lain. Manajer membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang sistem pajak yang berbeda di negara tempat mereka beroperasi untuk menentukan kewajiban pajak keseluruhan bisnis mereka.

3. Lingkungan budaya

Kekuatan lingkungan global terakhir adalah perbedaan budaya antar negara. Setiap organisasi memiliki budaya internal yang berbeda, negara juga memiliki budaya. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com