Rumah memegang peranan penting bagi setiap orang, karena rumah bukan hanya sebagai tempat berteduh, tapi juga bisa memberikan “kehangatan” bagi seluruh anggota keluarga. Maka tak heran jika rumah pemilik rumah selalu dibangun senyaman dan semenarik mungkin.

Layaknya kediaman Sulistyo Wicaksono, pria yang juga berprofesi sebagai arsitek ini memiliki rumah yang dibangunnya dengan konsep unik. Ia membangun rumah bergaya Maroko yang dipadukan dengan berbagai perhiasan tua keturunan Jawa di kawasan Villa Melati Mas, BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Ide untuk membangun rumah ini datang secara kebetulan. Pria yang kerap disapa Coki ini mengatakan, konsep membangun rumah berawal dari perjalanan ke museum di Prancis. Disana ia melihat banyak sekali literatur yang menggambarkan sebuah rumah dengan gaya arsitektur Maroko, kemudian langsung jatuh hati dan ingin menggunakannya.

Fasad Rumah

Sesampai di Indonesia ia langsung mencoba membangun rumah impiannya, membangun rumah di atas dua kapling, proses pembuatannya cukup lama, tahap pertama tahun 1996, lalu tahun 2002.

Bangunan induk dibangun pada tahun 1996 dan bangunan kedua dibangun pada tahun 2002. Bangunan pertama merupakan bangunan dua lantai yang berfungsi sebagai rumah induk dan berisi ruang tamu, kamar, ruang makan, ruang keluarga, perpustakaan, dan lounge di balkon yang merupakan tempat favorit Coki.

Rumah ini terhubung dengan bangunan satu lantai yang berfungsi sebagai area semi publik ke bangunan kedua dan berisi ruangan-ruangan untuk tamu yang ingin bermalam. Bangunan kedua juga dilengkapi dengan garasi dan pintu masuk.

Fasad rumah didesain dengan gaya khas Maroko, misalnya melalui penggunaan batu alam pada dinding dan akses kubah berkubah. Kesan Timur Tengah juga terasa melalui penggunaan warna maroon Maroko.

Interior Rumah

Saat saya masuk ke dalam rumah, nuansa natural dan etnik begitu kental terasa. Lihatlah pelapis dinding rumah yang sengaja diberi tekstur kasar (rustic) untuk menciptakan nuansa natural, belum lagi penggunaan berbagai furniture dan pernak pernik klasik seperti flap chair dan spion khas Jawa, ponsel klasik. Closet dan lainnya.

Bahkan pengaruh etnik nampaknya membuat rumah ini begitu indah dan unik. Selain itu, Cokie juga telah menyuplai beberapa barang vintage seperti handphone, senapan, dan setrika kuno. Barang-barang sengaja ditempatkan di tempat-tempat yang dilalui orang biasa, mis. B. di pintu masuk, di taman ke ruang tamu.

Innercourt

Bagian yang membuat rumah ini terlihat istimewa adalah pekarangan atau taman di dalam rumah. Di kawasan ini, Coki membangun sebuah kolam persegi panjang yang dihiasi dua elemen pahatan sebagai air mancur. Berbagai jenis tanaman seperti kurma, bismarkia, kelapa hijau, dan phoenix juga ditanam di taman ini.

Apakah Anda butuh jasa kontraktor rumah jakarta? Jika iya, bisa kunjungi tautan tersebut, hasilnya sangat profesional & puas dengan layanannya.