Inilah Cara Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam

 

Inilah Cara Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam

Kelahiran bayi ke dunia merupakan suatu anugerah dari Allah SWT yang wajib disyukuri bagi setiap orang tua. Nah cara mensyukurinya yaitu salah satunya dengan cara merawat bayi dengan baik. Karena anak merupakan suatu titipan dari Allah yang wajib dijaga bagi setiap orang tua. Cara merawat bayi secara islami yaitu dengan cara:

1.Diadzani dan Diperdengarkan Iqomat

Bayi yang baru dilahirkan ke dunia wajib dikumandangkan azan oleh sang ayah ataupun walinya di telinga sebelah kanan, lalu iqamat di telinga kiri. Tak lupa, sang bayi pun harus diberikan nama yang baik, karena nama adalah doa.

Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengadzani bayi hukumnya sunnah. Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan adzan untuk selain (tujuan) shalat, maka disunnahkan mengadzani telinga bayi” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).

Imam Nawawi, sebagai salah satu icon ulama mazhab Syafi’i, menuliskan masalah ini di dalam kitab fikihnya yang fenomenal, Al-Majmu’: “Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata: Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 8, h. 442).

Syekh Mansur Al-Bahuti dari mazhab Hanbali juga menuliskan: “Dan disunnahkan dikumandangkan adzan pada telinga bayi sebelah kanan, baik laki-laki atau perempuan, ketika dilahirkan, dan mengiqamatinya pada telinga sebelah kiri, karena hadits riwayat Abi Rafi’ bahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Hasan bin Ali saat dilahirkan oleh Fatimah. Hadis ini diriwayatkan dan dianggap shahih oleh Abu Dawud dan Tirmidzi” (Mansyur bin Yunus Al-Bahuti, Kassyaful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 7, h. 469).

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa mengadzani bayi batu lahir hukumnya mubah (boleh) dan makruh. Namun, dikutip dari Nahdlatul ulama, dari ketiga pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru dilahirkan merupakan pendapat yang kuat, sebab didukung oleh beberapa hadits, yaitu hadits riwayat Abu Rafi’: “Dari Abi Rafi, ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalat” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim).

2.Memotong Rambut Bayi

Kewajiban lainnya yang harus dilakukan oleh orang tua sang bayi adalah dengan memotong rambut bayi. Biasanya dilakukan pada hari ke tujuh si bayi lahir, tapi juga bisa tidak tepat pada hari ke tujuh, sesuai kenginan masing-masing orang tua si bayi.

Rambut bayi yang dipotong atau dicukur itu selanjutnya ditimbang, lalu dinilai dengan perak atau emas. Kemudian, orangtua memberikan sumbangan senilai berat rambut bayi yang telah dicukur.

3.Aqiqah

Mencukur rambut bayi biasanya dibarengi dengan pelaksanaan aqiqah. Hukum melaksanakan aqiqah untuk bayi yang baru lahir hukumnya adalah sunnah. Untuk jumlah kambing bagi anak laki-laki adalah dua kambing, sedangkan untuk anak perempuan hanya satu ekor kambing saja. Biasanya daging kambing yang sudah disembelih akan dimasak oleh kelurga dan setelah itu dibagikan ke tetangga sekitar, tapi biasanya bagi orangtua yang tidak ingin ribet yaitu dengan memesan paket aqiqah sendiri, seperti cotoh di Aqiqah Cilacap.

Kalian boleh menyembelih kambing jantan atau betina. Umur kambing yang disembelih adalah minimal 1 tahun. Sedangkan untuk domba, umur minimalnya adalah 6 bulan atau yang penting tidak cacat.

4.Berikhtiar

Ketika bayi baru lahir, orang tua disarankan untuk mulai berikhtiar menyiapkan perangkat dari doa yang dipanjatkan. Bahkan, ikhtiar dini juga bisa dianjurkan. Ustad Adi Hidayat mengatakan:

“Dicarikan guru terbaik yang bisa membimbing anaknya dekat dengan Allah, maka dipilihkan guru terbaik pada zaman Zakaria, tidak hanya itu dipilihkannya tempat terbaik. Turunlah jawaban dari Allah maka saya terima semua ikhtiar ini. Maka jika sudah diterima, maka Allah langsung yang akan memperhatikan anak yang dimaksudkan dari mulai tumbuh sampai meninggalnya.”

Ungkapan tersebut juga didukung dengan surah Al-Imran ayat 37 yang berbunyi demikian:

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan diisinya. Zakaria berkata, ‘hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?’ lalu Maryam menjawab, ‘makanan itu dari sisi Allah’. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikendaki-Nya.”

5. Sunat

Nah, yang satu ini bukanlah sebuah sunnah bayi baru lahir. Sunat laki-laki dalam Islam adalah kewajiban dengan alasan kebersihan. Sunat menghilangkan beberapa penyakit potensial di masa depan ketika bayi sudah dewasa. Sangat direkomendasikan bahwa bayi disunat ketika dia baru lahir.

Dikisahkan oleh Abu Hurayah, saya mendengar Nabi berkata “Lima praktik adalah karakteristik dari Fitrah: sunat, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis pendek, memotong kuku dan menipiskan rambut ketiak.” Hadits Bukhari.