Hindari Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Wudhu

6 Hal yang Membatalkan Wudhu Lengkap Menurut Ulama

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berwudhu sebelum melaksanakan ibadah shalat. Wudhu adalah cara umat islam untuk membersihkan serta mensucikan dirinya dari hadas kecil sebagai syarat sah shalat. Maka dari itu, menjaga wudhu merupakan hal yang penting bagi umat islam, karena shalat merupakan ibadah wajib dan amalan yang pertama kali dihitung ketika sudah meninggal dunia.

Berwudhu dapat dimulai dari membasuh wajah dan tangan sampai ke siku, menyapu kepala dan kedua kaki sampai ke mata kaki menggunakan air. Namun, ketika sudah memiliki wudhu bukan berarti seseorang tersebut akan tetap suci dari hadas kecil atau kotoran. Karenanya ada beberapa hal yang membatalkan wudhu seseorang. Berikut akan dibahas hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya wudhu.

  1. Keluarnya sesuatu dari kemaluan

Segala sesuatu yang keluar dari kemaluan seperti air mani, buang air besar, air seni, air wadi, dan bahkan kentut. Dalam hadits riyawat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak akan menerima shalat salah seorang dari kamu jika dia berhadats sehingga dia berwudhu.”

  1. Muntah

Muntah merupakan hal yang normal bagi seorang manusia. Muntah merupakan kondisi dimana isi lambung naik kembali dan keluar melalui mulut baik secara paksa atau tidak. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang muntah. Ketika, seseorang sudah memiliki wudhu dan orang tersebut muntah maka dia harus kembali berwudhu untuk mensucikan dirinya.

  1. Hilangnya kesadaran

Saat seseorang mengalami pingsan, mabuk, gila, atau yang disebabkan oleh obat-obatan baik dalam kadar sedikit maupun banyak, maka wudhu dari orang tersebut sudah batal dan harus kembali mensucikan diri. Bahkan, saat seseorang tidur juga harus melaksanakan wudhu kembali, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, “mata adalah pengawal dubur. Oleh karena itu, barangsiapa tidur, maka dia wajib berwudhu.”

  1. Menyentuh kemaluan

Jika seseorang menyentuh kemaluannya sendiri atau orang lain tanpa ada batas penghalang, maka dia wajib berwudhu kembali. Seperti dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda, “siapa yang membawa tangannya ke kemaluannya, tanpa ada yang membatasi, maka wajib berwudhu.”

  1. Makan daging unta

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Berwudhu karena makan daging unta dan kamu tidak diminta untuk berwudhu karena makan daging kambing.” Mengapa demikian? Karena jika seseorang memakan daging unta maka akan bersisa noda dan aromanya yang kuat di dalam mulut sehingga harus berwudhu kembali.

  1. Memandikan Mayat

Saat seseorang turut ikut memandikan jenazah maka besar kemungkinan dia akan menyentuh kemaluan dari jenazah tersebut. Oleh karena itu, dia harus berwudhu kembali sebelum melaksanakan ibadah shalat.

  1. Tertawa terbahak-bahak

Sebagai seorang manusia yang memiliki akal dan pikiran sudah seharusnya mengerti bahwa ketika kita sedang beribadah harus dengan sopan dan santun, terutama beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, saat kita akan beribadah maka harus mempersiapkan raga dan juga hati yang khusu untuk Allah SWT.

  1. Keluarnya darah dan nanah

Adapun sesuatu yang tidak keluar dari kemaluan, seperti darah dan nanah. Ketika darah dan atau nanah keluar dari tubuh seseorang saat sudah memiliki wudhu, maka seseorang tersebut harus kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat.

 

Hal-hal di atas merupakan hal yang perlu diperhatikan saat seseorang sudah memiliki wudhu agar dapat terhindar. Selain hal-hal di atas masih terdapat faktor yang dapat menyebabkan batalnya wudhu, tetapi hal-hal di atas adalah hal yang umum terjadi di kalangan umat manusia.